JAKARTA, KOMPAS. com - Di atas aliran Kanal Banjir Barat (KBB) yang menghubungkan jalan inspeksi mengarah ke Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Jalan KS Tubun, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, terbentang suatu pipa drainase air berukuran besar.


Di tempat itu, terdapat dua buah pipa berwarna biru yang ditaruh sejajar dan menyisakan tidak banyak ruang di unsur tengahnya.
Sejumlah penampang vertikal dan horisontal yang tercipta dari baja bercat senada meningkatkan kokoh pipa drainase air tersebut.


Sekilas, tidak terdapat yang spesial dari pipa drainase air tersebut. Namun ketika diperhatikan, terdapat penampakan tidak lazim di sela-sela baja penampangnya.
Tirai bambu usang menutupi bagian tersingkap dari penampang baja. Kardus dan triplek bekas pun digunakan sebagai penutup.
Baca pun : Cerita Camat Tanah Abang Temukan Orang Tidur Dalam Pipa di Jalan Inspeksi
Media Puspita Pipa air Banjir Kanal Barat (BKB) tepatnya di jalan inspeksi mengarah ke Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dijadikan lokasi tinggal, Selasa Media yang semula sedang di jalan inspeksi mengarah ke Tanah Abang berlangsung memutar mengarah ke Jalan KS Tubun. Di sisi tersebut terlihat jelas situasi ruang-ruang penyekat yang telah serupa bilik-bilik hunian tersebut.
Penutup di antara bilik tersingkap sehingga mengindikasikan benda-benda di dalamnya, laksana kasur tipis dengan paduan warna hijau dan kuning, dan kain berwarna merah jambu, dan plastik.
Meski demikian, tidak tampak ada orang di dalam bilik-bilik tersebut.
“Mau cari apa neng? Kalau inginkan cari orangnya enggak terdapat jam segini. Entar maleman baru ada,” ujar seorang pengemudi ojek yang sering disapa Babe, ketika kebetulan berada di dekat lokasi, Selasa (7/11/2017).
Babe mengatakan, guna dapat hingga ke bilik-bilik itu, penghuni mesti berlangsung hati-hati di atas pipa, kemudian masuk bilik melewati bagian tengah pipa.







