ETIOPIA, negeri di tanduk Benua Afrika, dipercayai sebagai lokasi asal muasal kopi. Kopi lantas berkembang ke Semenanjung Arab sebelum menyebar ke seantero dunia.
Jejak sejarah panjang kekariban penduduk Etiopia dengan kopi masih bersisa dan bahkan terus berkembang sampai kini.
Pemandu National Museum of Ethiopia, Melaku Mehari, mengindikasikan peta di museum yang mengemukakan bahwa kopi berasal dari wilayah Kaffa di Etiopia.



Meskipun tidak terdapat kepastian kapan kesatu kali kopi dibudidayakan, saudagar dari Semenanjung Arabia sudah memperluas penyebarannya sangat tidak semenjak abad ke-12.
(BACA: Segarnya Kopi Bercampur Yoghurt, Berani Coba?)
Cerita legenda lokal menyinggung seorang penggembala domba mempunyai nama Kaldi yang kesatu kali mengejar biji kopi. Domba-dombanya memakan biji kopi dan menjadi sangat energik di siang hari serta susah tidur pada malamnya.
Biji tersebut lantas diangkut ke gereja. Legenda menyebut, pendeta melemparkan biji ke tungku dan menerbitkan bau harum yang sampai kini memikat penduduk dunia.
Di masing-masing sudut Etiopia, kopi menjadi sajian sepanjang hari yang disuguhkan dengan sarat keramahan. Umumnya, penjual kopi ialah seorang wanita muda cantik yang siap sedia semenjak pagi sampai malam. Kedai kopi yang menjamur dapat dikenali dengan hadirnya kendi tanah liat di atas meja kecil dengan tidak sedikit cangkir.







