Pilihan Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok Kreatif

Diposting pada 748 views

Seorang sahabat bule pergi ke mall ruang belajar atas di Jakarta, dia terkaget-kaget sebab dirinya disambut oleh petugas kesucian dan dibacakan terima kasih sesudah selesai pakai toilet di pusat perbelanjaan tersebut.

Desain Kamar Mandi Kloset Jongkok (WC Jongkok)  Desainrumahnya
Desain Kamar Mandi Kloset Jongkok (WC Jongkok) Desainrumahnya | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Sang pria asal negara asing tersebut merasa janggal, kenapa harus mendapat perkataan terima kasih sesudah buang air? Apa masalahnya? Apakah kotorannya begitu spesial?

Ketika saya memperhatikan ceritanya, saya pun ikut kaget, sebab mungkin baru dia yang merasa mengherankan dengan perlakuan tersebut.Apakah barangkali orang luar dapat melihat keunikan dan keanehan masyarakat Indonesia, terutama Jakarta dan mempunyai perangkat bahasa guna mengkritik dan menyebutkannya.

Sedangkan anda yang sedang di dalamnya menerima begitu saja atas sejumlah larangan dan ajakan tanpa mempertanyakannya kembali?

Banyaknya pembangunan di sana-sini tidak melulu mengganti wajah ibukota tapi pun interaksi dan norma sosial di dalamnya. Wacana pembangunan tidak jarang kali dilekatkan dengan upaya modernisasi dan pembangunan itu diterima begitu saja oleh masyarakat tergolong saya. Modernisasi bukan sekedar mengekor perilaku negara maju atau membina gedung, modernisasi pun penyesuaian perilaku dan kebiasaan dengan zaman yang terus berubah.

Tapi apakah anda menyadari sedang berada dalam modernisasi atau anda terbawa arus westernisasi? Tulisan ini bakal memikirkan ulang modernisme melewati perilaku keseharian pemakaikan toilet.

Penulis: Nadya Karima Melati

Berefleksi lewat toilet

Kakus. Alat simpel dan sehari-hari. Pelengkap hidup yang bermanfaat untuk buang isi perut atau bahasa halusnya, buang air: besar ataupun kecil. Jamban telah diasosiasikan dengan tahi, muntah, air kencing, darah mens dan segala hal dirasakan menjijikan yang berasal dari tubuh manusia.

Walau lekat dan diasosiasikan dengan kotoran, penyair Wiji Tukul sempat menuliskannya sebagai kritik terhadap negara yang membiarkan penduduk/rakyat atas nama kepentingan pembangunan negara, katanya “Nasionalisme tersebut nasi, dimakan jadi tahi.” Jamban ialah tempat ke mana tahi-tahi tersebut bermuara.

Pergerakan peradaban mengarah ke zaman canggih melengkapi tubuh guna berdisiplin dalam buang air. Baik tempat maupun tata caranya. Sadar atau tidak, toilet dijadikan ukuran ‘kemajuan’ sebuah peradaban.

Water closet atau disingkat WC ialah bagian dari peradaban, pendisiplinan tubuh masyarakat untuk menerbitkan tinja di tempat yang sama diperlihatkan melalui parit-parit dari kemajuan Romawi kuno yang sisa-sisanya masih dapat kita lihat sampai saat ini. 

Kemudian, kloset terus berinovasi dengan ditemukannya lubang guna menampung tinja, saluran pengasingan leher angsa yang menciptakan air menggenang di unsur atas sampai-sampai menghambat penyebaran bau, sampai wash down closet yang tidak sedikit kita jumpai hari ini.

Dalam bidang arsitektur, kakus mencerminkan kebiasaan setempat. Bahkan filsuf asal Slovenia, Slavoj Zizek mengaku bahwa ideologi tiap-tiap negara pembentuk Eropa yaitu Perancis, Jeman dan Anglo Saxon terlukis dari bentuk  mereka. Kakus Perancis yang lubangnya terletak di belakang menunjukan motivasi Perancis  untuk mengerjakan revolusi, kakus orang Inggris yang sedang di tengah dan dikelilingi oleh air menunjukkan semangat orang Inggris yang gemar berlayar dan kakus orang Jerman yang lubangnya di unsur depan menunjukkan etika beranggapan menginvestigasi dan mengobservasi Jerman.

Sedangkan bikin saya, format kakus mencerminkan kebiasaan dan dapat menjadi mikroskop untuk menyaksikan arus modernitas dalam kehidupan keseharian lebih jauh. Kepemilikan kakus dapat merepresentasikan klasifikasi sosial dan ekonomi dan menyaksikan gerak modernisme masyarakat.

Di semua dunia, aktivis laksana di stasiun kereta Berlin ini menuntut sarana kesucian yang lebih baik. Sekitar 30 persen warga di dunia tidak punya akses ke toilet yang lebih bersih dan aman. Sehingga lebih tidak sedikit manusia yang meninggal sebab masalah kesucian dibandingkan dampak malaria dan campak.

Penyakit yang ditularkan lewat air, laksana typhus dan disentri, menyebar dengan cepat di wilayah tanpa sarana sanitasi. Di Kibera di antara wilayah termiskin di Afrika, ini bukan masalah baru. Warga buang air besar di kantong plastik dan membuangnya begitu saja. Kini didirikan toilet umum di wilayah kumuh Nairobi tersebut. Jumlah penduduk yang jatuh sakit juga berkurang.

Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok  Kamar mandi kecil, Ide
Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok Kamar mandi kecil, Ide | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Di sejumlah wilayah India tanpa instalasi penyaringan air, masih terdapat pembersih kakus seperti wanita asal Mudali ini. Sebenarnya semenjak 20 tahun terdapat larangan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, karena dirasakan sebagai kegiatan budak. Tapi belum terdapat perusahaan yang dihukum karenanya. Di New Delhi, “manual scavenging” atau pembersihan kakus kering oleh insan dilarang sejak mula tahun ini.

Pada kondisi krisis, susah untuk memenuhi keperluan logistik untuk sarana sanitasi. Kadang mesti mengantri berjam-jam hingga dapat buang air kecil. Pengungsi, laksana warga Somalia yang melarikan diri ke Tunisia, perlu sarana ekstra yang sayangnya tidak dapat disediakan infrastruktur setempat.

Di El Alto, dekat ibukota Bolivia La Paz, dikembangkan toilet yang dapat mengolah kotoran insan menjadi pupuk. Para petani dari wilayah sekitar mendapat pupuk secara gratis dan rumput lapangan bola baru pun terawat karenanya.

20 juta penduduk Uni Eropa tidak punya akses ke instalasi sanitasi. Di distrik pedesaan Eropa Timur, toilet dalam format jamban atau kakus masih ditemukan dimana-mana. Akibatnya, air minum terkotori. Di wilayah ini kurangnya kebersihan pun menghambat pertumbuhan ekonomi.

Toilet sederhana ialah sarana termurah dalam upaya memerangi kemiskinan. Tirame Ayago, 55, (foto) sekarang mempunyai kakus individu berkat pertolongan Organisation Toilet Twinning. Dulu keluarganya tidak jarang sakit, sekarang ia dapat menabung duit yang seringkali dibutuhkan guna pengobatan.

Di tempat sangat terisolasi di dunia, toilet mesti bermanfaat tanpa air, listrik atau instalasi penyaringan air. Toilet di Mount McKinley di Alaska menawarkan pemandangan luar biasa dari gunung tertinggi Amerika Utara. Tempat seperti tersebut memberi ilham penggemar toilet Luke Barclay guna mengabadikannya dalam bukunya “A loo with a view” atau “Toilet dengan pemandangan”.

Penulis: Loveday Wright

Hampir di masing-masing rumah ruang belajar menengah dilengkapi dengan MCK (mandi, cuci, kakus) yang menurut ajakan dari Kementerian Kesehatan No.416 Tahun 1990 yang mesti mempunyai kriteria jarak dengan sumber air minum, ketersediaan gayung dan sebagai macamnya. Negara, menghadirkan dirinya untuk menata masyarakat dalam hal buang air dan menyarankan penduduk untuk bukan lagi buang air besar di sungai atau kali tetapi membangun kamar mandi yang bermanfaat untuk mengerjakan seluruh pekerjaan membasuh.

Ada beberapa dalil untuk memindahkan kelaziman basuh dari sungai ke kamar mandi: mulai dari kesehatan dan kebersihan, perusakan sungai dan sangat utama kemodernan. Selanjutnya, tata teknik buang hajat dan kepemilikan toilet menjadi penentu peradaban peradaban dan ruang belajar sosial. Contohnya ialah bagaimana mahasiswa ketika diperuntukkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) mesti berjuang membuat dirinya nyaman dan terbiasa dengan situasi kamar mandi di tempat pedesaan yang dirasakan ala kadarnya.

Sedangkan kos-kosan mahasiswa sendiri jelas menilai ruang belajar ekonomi menurut ketersediaan kamar mandi umum ataupun privat. Bagi kamar dengan kemudahan kamar mandi di luar alias kamar mandi bersama, harga kosan bakal lebih murah dikomparasikan kos dengan kamar mandi dan jamban sendiri yang seringkali dimiliki oleh mahasiswa dari ruang belajar ekonomi lebih atas.

Masyarakat, tidak cukup lebih laksana yang dirasakan oleh kehidupan mahasiswa keseharian itu. Tidak melulu ketersediaan kamar mandi sebagai penanda kelas, namun juga bermanfaat untuk mengukur dan memisahkan modernitas.

Kamar mandi menjadi simbol distrik yang sudah canggih dan tidak modern. Tidak dibantah lagi bahwa toilet duduk selalu dirasakan lebih canggih daripada toilet jongkok.

Padahal, bule di paragraf pendahuluan tulisan saya di atas ini belum tentu dapat menggunakan toilet jongkok. Jongkok, ialah keahlian yang tidak jarang kali dilabelkan dipunyai oleh orang Asia, dan terutama Asia Tenggara memakai air untuk mencuci dan mencuci bagian-bagian yang butuh dibersihkan. Dan posisi jongkok dan duduk sebetulnya lebih menunjukan pluralitas kebudayaan begitu pun dengan perangkat pembersihnya.

Cafe Jamban di Semarang punya teknik unik bikin mengundang pengunjung. Pemiliknya mengangkat konsep restoran bertemakan toilet. Sesuai namanya, Cafe Jamban menyajikan hidangan di dalam toilet jongkok berwarna warni.

Tapi konsep menarik Cafe Jamban bukan cuma sebatas akal-akalan bikin menjaring konsumen. Pemiliknya, Budi Laksono yang pun seorang dokter, menyatakan sengaja mengangkat konsep itu buat mengkampanyekan toilet bersih di Indonesia.

Budi mengeluhkan alangkah di Indonesia selama 24 juta lokasi tinggal tangga masih belum mempunyai akses terhadap toilet bersih. Akibat minimnya kesucian “banyak orang yang meninggal dunia dampak disentri, demam tifoid atau infeksi usus,” ujarnya.

Desain Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok Bisa Dijadikan Pilihan
Desain Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok Bisa Dijadikan Pilihan | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Tidak seluruh orang suka dengan gagasan Budi Laksono. Seorang pemakai Facebook bahkan menyinggung konsep Cafe Jamban “menjijikkan.” Namun bikin Budi, perkabaran yang marak mengenai Cafe-nya tersebut justru membantunya menambah kepedulian warga tentang masalah kesucian buat kaum kurang mampu di Indonesia

Akses toilet menjadi di antara masalah terbesar yang dihadapi kaum kurang mampu di Indonesia. Berdasarkan keterangan dari data Badan Kesehatan Dunia, sejumlah 63 juta warga Indonesia 2014 silam masih memakai toilet terbuka. Jumlah itu cuma diungguli oleh India yang menulis 636 juta warga tanpa akses toilet.

Kementerian Kesehatan berambisi meluangkan akses toilet bersih terhadap semua warga Indonesia selambatnya tahun 2019. Program tersebut antara beda dijalankan dengan menyerahkan kredit untuk desa-desa kecil untuk membina jamban sehat.

Penulis: rzn/yf (afp,dpa)

Modernisasi, globalisasi dan westernisasi

Pertanyaan berikutnya muncul, kenapa hotel-hotel berbintang dan mall selalu meluangkan toilet duduk? Hotel, menyediakan kemudahan menurut pengunjung/pelanggan. Keberadaan hotel sendiri adalah pembuktian globalisasi.

Ketersediaan kakus duduk dan WC yang kering ialah asumsi dasar bahwa tamu yang bakal berkunjung ialah kelas atas yang didominasi kulit putih, guna itu kemudahan kamar mandi dicocokkan dengan asumsi tersebut. Tapi bagaimana andai toilet hotel dan mall dijadikan patokan guna menjadi modern, sebab keberadaan lokasi itu dirasakan sebagai motor penggerak modernisasi. Hotel sebagai tempat bertemu kebiasaan antar negara dan mall sebagai pembuktian kapitalisme global yang bericiri pasar bebas.

Jika Risa Permanadeli dalam bukunya Dadi Wong Wadon mengungkapkan modernisme ialah globalisasi tersebut sendiri, saya bersepakat guna itu. Tapi lantas modernisasi dipertanyakan lebih jauh lagi sebab ternyata terdapat tuntutan pasar global guna menjadi canggih dan memang sebetulnya di mana dan bagaimanakah batasan-batasan canggih itu?

Apakah menjadi modern berlawanan dengan identitas kesukuan?

Risa menyatakan bahwa penampilan menilai kemodernan atau pencapaian ‘Dadi Wong’ dan konsumsi menjadi jalan yang dipilih guna menunjukan keberhasilan mencapainya.

Dan ruang dalam negeri seperti toilet tidak berada dalam ruang yang lain dengan ruang publik. Toilet, menjadi ruang dalam negeri yang diakumulasi dengan benda-benda canggih lainnya laksana ikut serta dengan tren make up terkini ialah tahapan guna masuk ke ruang publik.

Jadi, dalam negeri dan publik bukan ruang yang terpisah tetapi saling sehubungan dan memprovokasi satu sama lain. Bagi itu, renovasi toilet jongkok menjadi duduk bukan urusan yang mengherankan dan merupakan format adaptasi demi menginjak globalisasi hari ini.

Sekarang, kompleks ataupun rumah-rumah ruang belajar menengah berlomba-lomba guna mempunyai kakus duduk karena dirasakan lebih modern melulu karena hotel berbintang dan mall-mall ruang belajar atas tersebut menggunakannya.

Tuntuannya ialah menjadi unsur dari  masyarakat yang global. Jika ilmu pengetahuan alam sudah memberikan peradaban dalam bidang fisika-kimia dan tubuh insan mempunyai sifat universal, anda menerapkannya mentah-mentah pada kehidupan sosial kita melewati pendisiplinan tata teknik buang hajat dan pemakaian kloset duduk yang marak.

Kita sedang mengerjakan universalisasi kebiasaan melalui globalisasi di mulai dari hal sangat privat dan lekat: pemakaian kakus.Sekarang anda mempertanyakan lagi, di mana sebetulnya posisi anda sebagai masyarakat di dalam arus globalisasi? Apakah modernisasi akan tidak jarang kali berwajah pembangunan dan pemakaian barang-barang elektronik?

Bukti kemodernan terbatas pada pembangunan gedung, penataan WC dan pemakaian alat-alat dan teknologi, bukan pada mental. Modernisasi dipaksakan melewati alat-alat mulai dari kloset duduk sampai barang elektronik yang berasal dari tuntutan pasar bebas, bukan dari kemauan masyarakat sendiri dan negara.

3 Desain Kamar Mandi Sederhana dan Murah  Ndik Home
3 Desain Kamar Mandi Sederhana dan Murah Ndik Home | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Penulis:

Nadya Karima Melati

Essais dan Peneliti Lepas. Koordinator SGRC (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies). Tertarik pada topik sejarah sosial, feminologi dan seksualitas.

@Nadyazura

Setiap artikel yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis

Tahun 2013. kesebelasan peneliti Inggris mengecek 30 tablet, 30 ponsel dan dudukan WC kantor. Tablet punya 600 unit bakteri staphylococcus (staph: dapat menyebabkan infeksi kulit) dan ponsel mempunyai 140 unit. Sementara dudukan toilet melulu memiliki tidak cukup dari 20 unit.

Keran di kamar mandi dapat mempunyai 21 kali lebih tidak sedikit bakteri dibanding dudukan toilet. Sementara keran di dapur bahkan menjangkau 44 kali lebih banyak. Gunakan desinfektan dan bersihkan wastafel secara teratur.

Saat mengecek 25 tas tangan, peneliti mengejar bahwa tas rata-rata tiga kali lebih kotor dibanding dudukan toilet. Tas yang dipakai secara rutin, bahkan 10 kali lebih kotor. Tali tas yang berisi paling tidak sedikit bakteri. Virus radang lambung terbukti terdapat yang berasal dari tas melakukan pembelian barang yang dipakai ulang.

Saat Anda mengguyur toilet, semburan air yang berisi kotoran dapat menyebar sampai sejauh enam meter, ujar Dr Philip Tierno Jr, pakar mikorobiologi di NYU. Jadi andai Anda tidak mempedulikan sikat gigi dalam situasi terbuka di atas wastafel, kotoran dapat hinggap di sikat gigi Anda.

Hasil studi Universitas Toronto menemukan, tombol lift berisi lebih tidak sedikit bakteri dibanding dudukan WC. Studi beda di Arab Saudi mengatakan, 97 persen tombol lift terkontaminasi. Satu diantara 10 lift mempunyai kuman yang dapat menyebabkan keracunan makanan atau infeksi sinus.

Dr. Peter Barratt, direktur Initial Washroom Hygiene, mengatakan untuk MailOnline, bakteri perlu tiga elemen guna berkembang: kelembaban, suhu hangat, dan pelajaran organik. “Tentu handuk menjadi basah dan partikel kulit mati menempel padanya usai digunakan. Ini menjadi makanan organik untuk mikroba.” Jadi cuci handuk seminggu sekali dengan suhu panas.

Setiap tombol yang kita pencet pada ATM, rata-rata berisi 120 kuman – tergolong virus influensa dan E. coli, demikian menurut keterangan dari peneliti Universitas Arizona. Dan 94 persen lembaran uang membawa bakteri yang dapat membuat kita sakit, ini menurut keterangan dari studi Southern Medical Journal.

Bakteri senang tinggal di dalam karpet. Berdasarkan keterangan dari Readers Digest, rata-rata per orang kehilangan 1,5 juta sel kulit masing-masing jam dan karpet mempunyai 200.000 bakteri per inci persegi. Artinya, karpet laksana surga makanan (sel kulit) untuk bakteri. Bersihkan karpet dengan sistem uap paling tidak satu tahun sekali.

“Ada 200 kali lebih tidak sedikit bakteri fecal (bakteri yang ditemukan pada tinja) pada talenan biasa dikomparasikan dengan dudukan WC,” ujar pakar kesucian Dr. Gerba ke Fairfax. Pengolahan makanan mentah mewujudkan situasi yang ideal untuk kuman. Dan, “mengelap meja dapur malah akan semakin menyebar kuman,” tambahnya.

Penulis: vlz/yf (dari sekian banyak sumber)

Pilihan Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok Kreatif – Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Desain Kamar Mandi Kloset Jongkok - Rumah Joglo Limasan Work
Desain Kamar Mandi Kloset Jongkok – Rumah Joglo Limasan Work | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok
Contoh Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok - Renovasi-Rumah.net
Contoh Kamar Mandi Sederhana Kloset Jongkok – Renovasi-Rumah.net | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok
Desain Kamar Mandi Minimalis Wc Jongkok - Rumah Joglo Limasan Work
Desain Kamar Mandi Minimalis Wc Jongkok – Rumah Joglo Limasan Work | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok
Desain Kamar Mandi Sederhana Dengan Kloset Jongkok - Desain Rumah 3
Desain Kamar Mandi Sederhana Dengan Kloset Jongkok – Desain Rumah 3 | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok
Bukan Kamar Mandi Sederhana Dengan Kloset Jongkok - Ndik Home
Bukan Kamar Mandi Sederhana Dengan Kloset Jongkok – Ndik Home | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok
Desain Kamar Mandi Minimalis Dengan Toilet Jongkok  Gambar Desain
Desain Kamar Mandi Minimalis Dengan Toilet Jongkok Gambar Desain | Kamar Mandi Sederhana Wc Jongkok

Tinggalkan Balasan