Inspirasi Pembatas Ruangan Dari Besi Sederhana

Diposting pada 1.166 views

Atap ruangan yang bermanfaat sebagai lokasi pengaduan publik dengan luas 25 meter tersebut seketika runtuh ketika seorang pekerja tengah mengupayakan untuk memperluasnya.

Jual Partisi Plat Ornamen  MASTER TUKANG
Jual Partisi Plat Ornamen MASTER TUKANG | Pembatas Ruangan Dari Besi
Jual Partisi Ruangan Murah  MASTER TUKANG
Jual Partisi Ruangan Murah MASTER TUKANG | Pembatas Ruangan Dari Besi

“Andi, Amsori, dan Surahman (Mandor PT Bina Surya Kreasindo) tengah menggarap proyek pemasangan partisi pada ruangan tersebut. Pekerjaan yang dilaksanakan saat tersebut membongkar tembok penyekat dan mengubah penyekat itu dengan memakai besi hollow,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Awi meyakinkan tak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Operasional Terminal 3 pun berlangsung tanpa gangguan.

“Korban nihil,” kata Awi dalam pesan tertulisnya.

√ 3 Model Partisi Ruangan Murah & Viewable Banget Di 3
√ 3 Model Partisi Ruangan Murah & Viewable Banget Di 3 | Pembatas Ruangan Dari Besi

Kejadian itu terjadi selama pukul 18.45 WIB. Saat itu, Andi berkeinginan merapikan bekas bongkaran tembok penyekat ruangan dengan teknik mengetuk tembok itu dengan pahat dan palu.

“Kemudian tersiar suara gemuruh disertai atap plafon runtuh,” ucap Awi. Saat ini, atap itu telah dimurnikan dan kegiatan di Terminal 3 berlangsung lancar.

Plafon, Bukan Atap

PT Angkara Pura (AP) II menyangkal pemberitaan bahwa atap Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) runtuh. Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Perusahaan PT AP II, Agus Haryadi, yang runtuh merupakan plafon di di antara ruangan Officer in Charge (OIC).

“Bukan atap, laksana yang beredar di medsos (media sosial). Hanya plafon yang runtuh,” kata Agus untuk Media Senin (19/9/2016).

Ia menjelaskan, pihaknya sedang memperluas ruangan Officer in Charge (OIC), yang dirasakan terlalu kecil. Ruangan tersebut terpecah oleh sekat. Rencananya dua ruangan itu akan dijadikan satu. Ruangan itu luasnya tidak cukup lebih 5×5 meter dan hendak diperluas menjadi dua kali lipat.

“Kemarin memang, sudah dibuka direnovasi oleh pekerja, barangkali tidak cermat. Setelah ditanya, pekerja mengira laksana (plafon) di rumah-rumah. Betonnya laksana atap rumah. Dudukan plafonnya tersebut di tembok pembatas yang terdapat di tembok pembatas. Karena tidak terdapat dudukan, plafonnya turun. Ujung plafonnya yang turun,” ujar Agus.

Ia menegaskan, proses renovasi sampai plafon roboh itu tidak mengganggu pelayanan penumpang, lagipula penerbangan di Terminal 3.

“Ini bukan kekeliruan konstruksi. Berdasarkan keterangan dari saya kekeliruan metode. Memang plafonnya ke depan bakal dibongkar. Harusnya dirombak plafonnya dulu, bukan sekat pembatas antar ruangan. Mungkin kekeliruan kecil. Yang pasti, tidak ada kekeliruan konstruksi,” beber Agus.

Tinggalkan Balasan