Desain Peralatan Dapur Unik Dan Kreatif Fungsional

Diposting pada 607 views

“Bahannya membeli semuanya dari pabrik, bila jualnya dulu masih dipikul keliling,” kata Samsul.

Kreatif Banget! Inovasi Peralatan Dapur Unik yang Sangat Bermanfaat dan  Mempermudah Pekerjaan #Part4
Kreatif Banget! Inovasi Peralatan Dapur Unik yang Sangat Bermanfaat dan Mempermudah Pekerjaan #Part4 | Peralatan Dapur Unik Dan Kreatif
4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah
4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah | Peralatan Dapur Unik Dan Kreatif
4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah
4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah | Peralatan Dapur Unik Dan Kreatif

Samsul Arifin (59), generasi kedua perajin perangkat dapur mengatakan, ketika kesatu menciptakan kerajinan pada tahun 1978, dia masih memakai bahan dari drum. Kemudian pada 1980-an, semua perajin mulai berpindah menggunakan bahan seng.

“Bahannya membeli semuanya dari pabrik, bila jualnya dulu masih dipikul keliling,” kata Samsul untuk Merdeka Banyuwangi, Jumat (4/8).

Saat itu, dia melanjutkan, jumlah perajinan perangkat dapur di Kalibaru masih menjangkau 60 orang lebih. Semakin lama, kompetisi antar perajin semakin ketat, menciptakan satu per satu dari perajin memilih guna bermigrasi ke luar kota dan provinsi.

4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah
4 Peralatan Dapur Unik Agar Memasak Lebih Mudah | Peralatan Dapur Unik Dan Kreatif

“Tahun 1996 hingga era krisis, tidak sedikit yang memilih merantau. Mungkin bermukim 10 orang perajin yang dapat membuat. Saya sendiri pernah ke Makasar dan Bali, jualan kerajinan dapur keliling dengan dipikul,” ujarnya.

Sejak tahun 2000-an, semua perajin telah mulai menerima orderan dari luar kota, tanpa mesti jualan keliling lagi.

“Sekarang telah ada 34 perajin perangkat dapur rumahan di sini. Sekarang sistemnya telah pesanan. Jualnya telah ke Ternate, Kupang, Sumbawa, Flores, Sumatera, Kalimantan,” kata Idhoatul Ghonia (37) di antara perajin perangkat alat dapur. Idhoatul adalah perajin generasi ketiga, cucu dari perajin kesatu, Misrudin.

Saat ini, perajin sudah menciptakan kerajinan perangkat dapur dari bahan almunium, stainless dan monel. Dari bahan, per kilo Idhoatul memasarkan mulai harga Rp 75 ribu per kilo dandang berbahan almunium, stainless Rp 125 dan model ekuivalen Rp 1 juta per kilonya.

Tidak melulu dandang dan wajan, ketika ini semua perajin pun membuat pelbagai perlengkapan mulai dari perangkat oven kue, panci, gelas, cetakan kue hingga sutil.

“Sehari bila wajan kadang bikin lima. Pas lebaran rame, per hari dapat sampai Rp 8 juta. Kalau hari gini tergantung rezeki,” katanya.

Tidak melulu itu, semua wisatawan kata Idhoatul pun sudah mulai tidak sedikit yang mampir untuk melakukan pembelian langsung. Sepanjang jalan Desa Kalibaru Wetan memang terlihat pelbagai perlengkapan dapur digantung di halaman setiap rumah perajin.

“Kalau wisatawan, tidak sedikit yang mampir guna beli. Banyak pun yang penasaran seraya tanya-tanya kok dapat sebanyak ini yang jualan,” ujarnya.

(mt/mua)

Tinggalkan Balasan