Pilihan Ukuran Standar Ruang Tamu Sederhana

Diposting pada 755 views

MEMPUNYAI koridor di dalam lokasi tinggal memang memerlukan lahan yang luas. Berdasarkan keterangan dari sifatnya koridor dipecah menjadi dua, koridor tersingkap dan koridor tertutup.

Ukuran Standar Jendela Ruang Tamu - Z Soalan
Ukuran Standar Jendela Ruang Tamu – Z Soalan | Ukuran Standar Ruang Tamu
KliknClean - Jasa kebersihan rumah dan kantor terbaik di Indonesia
KliknClean – Jasa kebersihan rumah dan kantor terbaik di Indonesia | Ukuran Standar Ruang Tamu

 

Koridor terbuka ialah lorong yang letaknya di luar rumah, sementara koridor tertutup seringkali diterapkan di dalam rumah. Sementara menurut keterangan dari jenisnya koridor dipecah menjadi dua, single loaded corridor dan double loaded corridor. Arsitek Oka Sindhu Pribadi menjelaskan, single loaded corridor ialah sebuah koridor yang bermanfaat untuk mengakses satu sisi ruang, sedangkan double loaded corridor ialah sebuah koridor guna mengakses dua sisi ruang. Misalnya, sebut Oka, terdapat dua ruang yang saling berhadapan dan dibagian tengahnya ditaruh sebuah koridor.

 

Arsitek Nugroho Widhi menuliskan pentingnya suatu koridor di dalam rumah lumayan penting, lagipula untuk lokasi tinggal yang besar dan luas. Elemen ini bermanfaat melindungi orang yang terdapat di dalam rumah, dengan kata lain si penghuni untuk mengarah ke ke ruang yang satu, tidak butuh mengganggu kegiatan penghuni lainnya, sebab ia dapat melewati koridor tersebut. Misalnya, di antara penghuni hendak menuju ke ruang menonton. Tapi, mesti melalui ruang tamu dulu. Nah, di sinilah faedah koridor bekerja. Supaya tidak mengganggu tamu yang duduk di ruang tamu, si penghuni dapat melewati koridor itu tanpa mesti mengganggu.

 

Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Minimalis Lengkap  Dekor Rumah
Ukuran Standar Pintu Dan Jendela Rumah Minimalis Lengkap Dekor Rumah | Ukuran Standar Ruang Tamu

Ukuran koridor yang ideal ialah satu separuh meter. “Lebar koridor minimum tersebut satu separuh meter. Dengan perhitungan, ukuran standar tubuh manusia ialah 60 cm. Jika bersimpangan berarti 60 x 2 = 120. Bagi menghindari bersinggungan maka ukuran masing-masing diperbanyak 10 cm. Sementara, jarak antara insan dengan batasan dinding diperbanyak 10 cm jadi seluruh menjadi 150 cm,” cerah Nugroho.

 

Sementara guna panjang koridor, lanjut Nugroho, tidak terdapat perhitungan yang tentu karena tersebut semua tergantung dari ukuran ruangan yang bakal dihubungkan. Namun, penerapan koridor lokasi tinggal sama laksana pengaplikasian sejumlah furnitur atau unsur yang lain yaitu membutuhkan sejumlah tahapan, urusan ini berupaya supaya pengaplikasian koridor tepat guna. Tahapan kesatu ialah lihat ruang dan perhatikan. Berdasarkan keterangan dari Nogroho, empunya rumah memilih material apa yang tepat guna koridornya. Di samping itu, pemilihan material juga bersangkutan dengan penyinaran dan efek yang akan dimunculkan koridor pada ruang tersebut.

 

Misalnya, sebut Nugroho, si pemilik rumah mempunyai taman yang lumayan besar yang areanya dekat dengan ruang keluarga. Nah, agar tidak merintangi orang yang sedang duduk di ruang keluarga, kita memerlukan koridor tersingkap untuk mengarah ke ke taman luas tersebut. Sementara guna lantainya dipilih material yang sifatnya kasar. Kenapa? Karena lantai yang kasar sesuai dengan keadaan di taman. Misalnya kita dapat pilih material yang tercipta dari batu-batu alam atau lantai yang tercipta dari kayu.

 

Tahapan kedua ialah pencahayaan. Hal ini bergantung pun pada ruangan yang bakal dihubungkan dengan koridor. Jika koridor yang ditujukan guna ruang service lokasi ke ruang santap maka cahaya yang dipilih mengesankan kenyamanan. Bisa pun dengan didukung penerapan plafon. Nugroho menyarankan, plafon yang sesuai untuk keadaan hangat dapat dipilih yang up celling. Atau lebih kreatif lagi, dipilih atap yang melengkung-lengkung laksana ular berjalan. Nah, pada unsur sisinya dapat diselipkan suatu lampu yang berwarna kekuningan.

 

Tahap selanjutnya ialah penyesuaian antar tema ruang dengan tema koridor yang dipilih. Nogroho menegaskan, butuh adanya keserasian antara tema lokasi tinggal dengan tema koridor. Karena walaupun melulu sebagai penghubung, tapi unsur ini juga dapat merusak estetika ruang andai salah dalam penetapan tema.

 

Misalnya, rumah mengangkat konsep klasik, maka anda pilih koridor yang menyokong kesan klasik tersebut. Seperti, peletakkan pilar-pilar kecil pada pinggiran koridor atau desain minimalis.

 

Nugroho pun mengingatkan guna menghilangkan kesan lorong pada koridor. Aristek dari PT Forum Lima Kreasi ini menambahkan, lazimnya si penghuni tidak jarang tidak merasa nyaman dengan kehadiran koridor sebab sifatnya yang berlorong. Karena itu, guna mengakalinya, lanjut Nugroho, berikan efek ”patah-patah”. Ambil contoh, ukuran panjang dinding koridor 5 meter persegi. Nah, dua meter guna dinding massif, satu meter guna kaca atau cermin kemudian sisanya guna dinding masiff lagi. “Cara ini dapat diterapkan, andai koridor yang anda miliki tertutup,” tandas Nugroho.

 

Perlakuan bertolak belakang jika koridor yang hendak dibangun ialah koridor terbuka, seringkali menggunakan sliding door sebagai dinding. Sementara guna dinding satu lagi dapat diaplikasikan sebagai taman. “Koridor jenis ini, lazimnya diterapkan andai si penghuni hendak memberikan kesan keadaan alam di dalam rumah,” ujar Nugroho.

Tinggalkan Balasan