Pilihan Kamar Lesehan Sederhana Sederhana

Diposting pada 755 views

5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan
5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan | Kamar Lesehan Sederhana

 

 

 

5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan
5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan | Kamar Lesehan Sederhana

 

 

 

5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan di
5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan di | Kamar Lesehan Sederhana

 

 

 

5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan
5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan | Kamar Lesehan Sederhana

 

Kapal laut adalah salah satu sarana transportasi yang dipilih masyarakat guna mudik. Meski perjalanan lebih lama, mudik dengan kapal laut menjadi opsi sebagian masyarakat supaya bisa berlebaran di dusun kelahiran.

Mudik dengan kapal laut menawarkan kelebihan tersendiri. Berdasarkan keterangan dari Akhmad Sujadi, manager Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan PT Pelni, mudik dengan kapal laut sangat bertolak belakang dengan mudik memakai kereta api, bus, atau pesawat.

“Perjalanan dengan kapal laut dapat istirahat telentang di atas kasur,” ujar Sujadi untuk media. Berdasarkan keterangan dari dia, ketika mudik dengan kapal, semua penumpang tetap bisa beribadah laksana di darat.  “Bisa shalat mesti dengan normal dan shalat tarawih berjamaah juga,” tuturnya. Bahkan, harga tiket yang ditunaikan penumpang telah termasuk santap untuk berbuka puasa dan santap sahur.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bobby Mamahit mengatakan, mudik dengan kapal laut tersebut nyaman dan aman. “Fasilitas di kapal telah jelas, lokasi untuk tidur, makanan, dan kenyamanan telah terjamin,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari dia, semua penumpang yang telah melakukan pembelian tidak tidak butuh khawatir, sebab semua tentu terangkut kapal. Kapasitas kapal laut memang paling besar, sampai-sampai jumlah penumpang yang dapat terangkut pun lebih banyak.

Agar mudik dengan kapal laut nyaman dan aman, kata Mamahit, penumpang melulu perlu bersikap tertib, patuh, dan disiplin. Berdasarkan keterangan dari Yang luput dari kesadaran penumpang saat berkeinginan mudik dan ini terjadi masing-masing tahun ialah tingkat ketaatan mereka dalam menantikan antrean.

Menurutnya, antre ialah hal simpel untuk mengaplikasikan kesabaran. “Semua terangkut, hanya perlu kesabaran,” cetusnya. Di samping itu, urusan yang mesti dipatuhi penumpang ialah kedisplinan. Disiplin dengan barang bawaan individu dan dagangan milik kapal.

Misalnya, kata dia guna barang bawaan. Penumpang diimbau untuk membawa barang dalam jumlah yang rasional, tidak berlebihan, sampai-sampai tidak mengganggu penumpang yang lain.

Para penumpang pun harus ikut merawat barang-barang kepunyaan kapal, misalnya, perangkat emergency kapal. Ia bercita-cita supaya penumpang tidak mengalihkan alat itu dari tempatnya, lagipula dibawa pulang. Karena alat itu akan dipakai dan sangat diperlukan jika terjadi kondisi terpaksa di atas kapal.

“Jadi ikutilah petunjuk-petunjuk di dalam kapal, sampai-sampai keselamatan perjalanan dengan kapal terjamain, begitu pun kenyamanan sampai lokasi tujuan dapat dinikmati oleh penumpang,” paparnya.

Untuk kemudahan kesehatan di dalam kapal, Mamahit meyakinkan terjamin. Karena, menurutnya, ini telah bagian dari standar operasional kapal. Mamahit memperkirakan penumpang kapal laut ketika ini menjangkau 1,6 juta jiwa.

Bagi mudik cuma-cuma 2015, Pelni akan meluangkan 25 kapal dengan rincian tipe 2.000 sejumlah delapan kapal, tipe 1.000 sembilan kapal, tipe 500 tiga kapal, tipe 3.000 satu kapal, tipe ro-ro tiga kapal, dan jetliner satu kapal.

Program mudik cuma-cuma menggunakan angkutan kapal ini akan dipecah menjadi dua tahap. Tahap kesatu, pemudik diberangkatkan pada 13 Juli 2015 (H-4). Sedangkan pada etape kedua, pemudik bakal berangkat pada 15 Juli 2015 (H-2). Adapun pemulangan ke Jakarta dijadwalkan dilangsungkan pada 22 Juli (H+5) dan 24 Juli (H+7) 2015.

Tujuan mudik tahun ini yang diperkirakan digemari masyarakat antara lain; Surabaya, Makassar, Ambon, Nunukan, dan Nusa Tenggara Timur.

Selalu waspada
Setiap kali mudik ke Lampung, Sari Satriati (21) tentu harus menyeberang memakai kapal dari Pelabuhan Merak hingga  Pelabuhan Bakauheni Lampung.  Berdasarkan keterangan dari Sari, kembali waktu mudik tersebut sangat rawan, belum lagi berdesak-desakan sebab penumpang yang membludak.

Berdasarkan keterangan dari dia, kenyamanan ketika mudik dengan memakai kapal terganggu dampak banyak penumpang yang membawa barang terlampau banyak. Berdasarkan keterangan dari Sari, yang mesti dipertahankan selama sedang di kapal ialah barang bawaan laksana tas.

Jika bakal shalat, ia menyatakan selalu bergantian dengan saudaranya. Begitu pula ketika ke toilet. Berdasarkan keterangan dari dia, barang bawaan mesti terdapat yang menunggu. “Itukan mudik padat banget, jadi tidak boleh jauh-jauh dari kita, kalau dapat satu orang bawa satu tas,” tutur Sari.

Bagi kenyamanan sekitar di perjalanan, kata Sari tersebut relatif. Tergantu harga tiket yang dibeli pemudik, terdapat tiket ekonomi, tiket ekskutif ruang belajar satu, ruang belajar dua, dan ruang belajar tiga. Bagi ekonomi, kata Sari, seringkali berisik, sesak, tidak sedikit pedagang berseliweran, dan asap cerutu di mana-mana.

“Aku kan punya adik kecil, asap rokok tersebut engga baik guna kesehatan dan kenyamanan penumpang, jadi aku dan family memilih ruang belajar eksekutif, ya meskipun ruang belajar satu atau dua,” ujar Sari.
 
Eksekutif ruang belajar satu tersebut sudah ada lokasi duduk dan hiburan laksana TV dan organ tunggal atau orang menyanyi. Eksekutif ruang belajar dua, dapat lesehan, dapat juga tidur-tiduran dan terdapat hiburannya juga. Eksekutif ruang belajar tiga, telah disediakan kamar, bantal, dan lokasi tidur. Tentu semuanya berpulang kepada harga yang ditunaikan untuk tiket masuk.

Berdasarkan keterangan dari Sari, perangkat keselamatan laksana pelampung telah disediakan untuk seluruh kelas, ekonomi maupun eksekutif.  Sedangkan guna kesehatan laksana obat-obatan khusus seringkali menjadi tanggung jawab setiap keluarga, melulu saja disediakan ruang istirahat. “Pelampung seringkali ada di lemari di masing-masing sudut kapal,” papar Sari. c30 ed: Heri Ruslan

5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan di
5 Ide Kamar Tidur dengan Kasur Lesehan Agar Gak Membosankan di | Kamar Lesehan Sederhana

Tinggalkan Balasan