JAKARTA, Media - Ingin minum teh atau ngopi cantik layaknya orang Eropa? Tak usah jauh-jauh, pergilah ke area Kota Tua Jakarta. Di sudut Jalan Kunir, Kota Tua, Jakarta Barat, terdapat suatu kafe dengan nuansa ala kafe di Belanda, yaitu Keukenhof Bistro.



Dari luar tampilan Keukenhof Bistro memang sangat serupa kafe di luar negeri. Dengan kanopi dan hiasan pagar ala negeri Eropa. Apalagi nama Keukenhof serupa dengan taman bunga tulip di Belanda yang tersohor, atmosfer yang terbuat memang serupa di Belanda.
Saat menginjak Keukenhof Bistro, pengunjung bakal mendapati dua ruangan yang diceraikan pembatas. Ruangan kesatu di depan pintu masuk memiliki hiasan bernuansa santai layaknya kafe di luar ruang, dengan cat bergambar awan biru di langit-langit.
Sedangkan pada ruangan kedua, terlihat ruangan dengan nuansa lebih mewah menyesuaikan konsep dalam ruang ala restoran Eropa. Ruangan full AC menciptakan Keukenhof Bistro laksana oassi di area Kota Tua yang panas. Dijamin akan kerasan berlama-lama di sini, lagipula didukung makanan khas Belanda.
Sedangkan bitterballen menggunakan gabungan tepung, daging, susu, dan keju yang dibaur menjadi satu lantas dibalur dengan tepung panir dan digoreng sampai keemasan.
Menemani bitterballen terdapat camilan manis yang pun berasal dari Belanda, yaitu poffertjes. Bentuk poffertjes bulat dan agak pipih, rasanya ingin tawar laksana rasa panekuk. Untuk tersebut poffertjes lazimnya ditaburi oleh gula halus.



Uniknya, poffertjes ternyata ialah inspirasi kue lokal yang ketika ini sedang menjadi tren. “Poffertjes ini ialah cikal akan kue cubit yang sekarang diciptakan dengan sekian banyak rasa,” ujar Idfi, pembimbing dari Jakarta Food Traveller, dalam acara Explore Kota Tua & The Taste of Dutch & Betawi Culinary, Minggu (5/6/2016).
Bitterballen dibanderol dengan harga Rp 28.000, sementara poffertjes dibanderol dengan harga Rp 20.000 di Keukenhof Bistro.










