Model Penataan Ruang Keluarga Unik

Diposting pada 451 views

Dengarkan kemauan mereka, lantas akomodir urusan tersebut ke dalam ruang keluarga. Tujuannya, supaya tercipta ruang family yang nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

3 Inspirasi Pintar Menata Ruang Keluarga untuk Rumah Kecil
3 Inspirasi Pintar Menata Ruang Keluarga untuk Rumah Kecil | Penataan Ruang Keluarga
Sekaligus Ruang Tamu, Simak Penataan Ruang Keluarga di Lahan
Sekaligus Ruang Tamu, Simak Penataan Ruang Keluarga di Lahan | Penataan Ruang Keluarga
3 Desain Ruang Keluarga Kekinian Ini Pas untuk Rumah Mungil
3 Desain Ruang Keluarga Kekinian Ini Pas untuk Rumah Mungil | Penataan Ruang Keluarga

Jangan hingga ruang family yang tercipta melulu nyaman untuk Anda dan pasangan, sedangkan tidak untuk anggota family lain laksana anak.

Psikolog Keluarga Ajeng Raviando mengatakan, ruang family adalah jantungnya hunian tempat masing-masing anggota family dapat menguras waktu bareng di sana.

Di ruang keluarga, mereka dapat membina kedekatan emosional serta membuat kenyamanan dan kehangatan dalam rumah.

Oleh karena itu, dalam mengatur ruang family penghuni juga mesti melibatkan anggota keluarga.

Caranya, dengan menyuruh mereka bertukar pikiran mengenai pengaturan ruang keluarga.

“Diskusikan soal bagaimana memilih warna ruangan, perabotan, dan aksesoris interior lainnya,” ujarnya, Jumat (8/9/2017).

Dari diskusi itu nantinya akan hadir masukan-masukan dari anggota family lainnya soal pengaturan ruang keluarga.

Masukan-masukan tersebut tak ubahnya navigasi bikin penghuni untuk mengatur ruang keluarga.

3 Trik Hilangkan Kesan Sempit dan Panas di Ruang Keluarga
3 Trik Hilangkan Kesan Sempit dan Panas di Ruang Keluarga | Penataan Ruang Keluarga

Misalnya, anak hendak dalam ruang family ada lokasi bermain, maka penuhi urusan tersebut dengan meluangkan area eksklusif bermain.

Bisa pula dengan menyuruh anggota family memilih karpet. Dengan begitu tiap-tiap anggota family merasa mempunyai ruang tersebut.

“Jadi dalam pengaturan ruang usahakan singkirkan ego,” pesan Ajeng.

Ajeng menuturkan andai ruang keluarga diatur menurut ego, maka akan terbuat ruang yang tidak menyerahkan kenyamanan untuk anggota family lain.

Mereka tidak merasa mempunyai ruang tersebut karena tidak dilibatkan dalam penataannya. Akhirnya mereka juga tidak kerasan berlama-lama di ruang keluarga.

“Sekarang ini bila hendak anak kerasan di rumah tidak boleh paksa mereka untuk bermukim di rumah. Namun bikin mereka kerasan dengan teknik libatkannya dalam mengatur ruang keluarga,” tuturnya.

Salah satu urusan yang butuh didiskusikan ialah pemilihan warna. Bagi pemilihan warna, Ajeng menganjurkan warna-warna terang karena dari segi psikologi warna-warna itu dapat membangunkan motivasi dan semangat semua penghuni rumah.

Di samping warna cerah, Ajeng pun menyarankan warna krem supaya memberikan kesan hangat pada ruang keluarga.

“Jangan pilih warna-warna gelap sebab membuat keadaan sesak. Terkait warna ini penghuni bisa diskusikan dengan anggota keluarganya,” ujarnya.

Selain tersebut Ajeng menyarankan, untuk menyerahkan energi baru usahakan hiasan ruang keluarga diolah satu tahun sekali.

Waktu setahun diperlukan untuk membuat hubungan emosional antara penghuni dengan ruang family mereka.

Namun, perubahan hiasan ruang family ini tidak perlu dilaksanakan secara keseluruhan, lumayan mengubah sejumlah bagian laksana karpet maupun peningkatan bingkai-bingkai foto.

FURNITUR

Senada. Ardan Hanafi, Deputy Communication & Interior Design Manager IKEA Indonesia mengatakan, sebelum mengatur ruang family penghuni semestinya tahu siapa saja yang bermukim di rumah.

Setelah teridentifikasi siapa saja di rumah, selanjutnya mereka disuruh mengobrol guna menilai pemilihan furnitur di ruang keluarga.

Dari hasil obrolan tersebut, penghuni bermukim memaksimalkannya guna memilih furnitur. “Misalnya, obrolan tersebut untuk memahami apa yang diharapkan anak saya di ruang keluarga laksana apa,” ujarnya.

Ardan mengingatkan pemilihan furnitur tak boleh asal-asalan menilik harganya lumayan menguras kantong. Bila asal, tanpa pertimbangan dan diskusi terlebih dahulu, furnitur yang dibeli terasa sia-sia sebab tidak disenangi anggota family lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Ardan pemilihan furnitur juga bersangkutan dengan keperluan emosional anggota keluarga.

“Jangan sampai telah beli furnitur mahal-mahal, saat di ruang family ada yang bilang kok furniturnya laksana ini. Seba tersebut diskusi terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian perabotan,” ujarnya.

Mengenai jenis furnitur, Ardan mengatakan, ketika ini ruang keluarga ingin tidak luas sampai-sampai furnitur-furnitur yang cocok ialah furnitur multifungsi.

Furnitur-furnitur jenis ini memiliki keunggulan dari bentuknya yang sederhana dengan faedah lebih. Sehingga keterbatasan ruang family tak meminimalisir kenyamanan di dalamnya.

Misalnya, penghuni bisa memilih sofa-sofa yang memiliki faedah lain sebagai lokasi tidur atau penyimpanan barang. Atau, meja-meja yang mempunyai tempat penyimpanan bisa difungsikan guna menyimpan dagangan di ruang keluarga.

Di samping menghemat ruang, furnitur multifungsi pun dapat mengakomodir berbagai kegiatan di lokasi sentral tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik tulisan ini, di sini :

Tinggalkan Balasan