Model Kamar Ukuran 4X4 Sederhana

Diposting pada 394 views

DUA Balita wanita asyik bermain di kamar berukuran selama 4×4 meter. Keduanya tampak nyaman bermain di dalam kamar berpendingin ruangan tersebut. Padahal asap telah masuk ke dalam lokasi tinggal dan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mengindikasikan status Berbahaya.

3 Desain Kamar Tidur Minimalis Ukuran 3x3  Tren Rumah Minimalis
3 Desain Kamar Tidur Minimalis Ukuran 3×3 Tren Rumah Minimalis | Kamar Ukuran 4X4
Desain Kamar Tidur Sederhana Ukuran 3x3
Desain Kamar Tidur Sederhana Ukuran 3×3 | Kamar Ukuran 4X4

DENGAN meloncat-meloncat di atas kasur berpegas, Taya (5), dan seorang adik perempuannya, rasanya tak mau meninggalkan kamar dan lokasi tinggal milik atuknya, Tengku Dahril, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau (Faperika Unri).

 

Keduanya dengan nyaman menyaksikan film kartun di televisi layar datar di kamar tersebut. Di sebelah kiri kotak ajaib itu, ada satu tabung berwarna kehijauan yang ditaruh sejajar dengan barisan boneka. Tabung tersebut menerbitkan gelembung-gelembung laksana di akuarium.

 

“Itulah Mikro Alga. Inilah yang menciptakan udara di ruangan ini semakin kaya dengan oksigen. Anda dapat merasakan sendiri bedanya antara di dalam sini dengan di luar rumah,” kata mantan Rektor Universitas Islam Riau (UIR) itu, pekan Media color=’red’> sedang di dalam ruangan tersebut, benar-benar menikmati udara segar, bak di pegunungan. Sejuk, segar, terasa dingin dan tak terdapat bau asap, layaknya rumah-rumah penduduk Riau lainnya ketika asap tebal riskan masuk ke lokasi tinggal mereka.

 

Dahril Bottle, nama tersebut ia berikan atas penemuan dihasilkannya usai Idul Fitri lalu. Ketika itu, Tengku Dahril baru saja menerima berkah kelahiran cucu tercinta. Sayangnya, jahatnya asap pembakaran hutan dan lahan mulai mengganggu cucu-cucu tercintanya.

 

Akhirnya, peraih gelar Master of Science di bidang Oceanografi di Universitas Nagasaki, Jepang, lebih mengintesinfkan micro alga sekitar ini ditelitinya ketika meraih gelar S2 di negeri Matahari Terbit tersebut. Dan, berhasil.

Desain kamar 3x3 Bertema Scandinavia Dilengkapi WC & Ruangan Baju
Desain kamar 3×3 Bertema Scandinavia Dilengkapi WC & Ruangan Baju | Kamar Ukuran 4X4

 

 

Dahril menyulap garasi rumahnya menjadi laboratorium kimia air laut. Sebelumnya, tutur laki-laki berkacamata ini, laboratoriumnya sedang di satu kamar anaknya, di rumahnya, Jalan Pembangunan No 6, Marpoyan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Di laboratorium mini inilah, Dahril mengerjakan pembibitan mikro alga (Chlorella) dan mendesain botol-botol bekas menjadi barang bermanfaat sehingga dapat menyedot udara-udara berisi CO2 dan menghasilkan oksigen untuk manusia.

 

“Coba kita lihat itu, di sana satu (ruang keluarga), di sana pun (ruang tamu), dan masing-masing kamar anak-anak saya serta kamar saya, saya letakkan Dahril Bottle. Segar rasanya lokasi tinggal ini,” kata mahasiswa teladan 1977 ini.

 

Saat itu, cucu bungsunya, baru bermunculan sekitar 2 bulan ini, sedang disusui ibunya, di kamar sebelah lokasi Taya bermain tadi. Sang cucu sama sekali tak rewel, karena di kamarnya pun ditempatkan Dahril Bottle.

 

Ia menjelaskan, alga ialah makhluk-makhluk kesatu di muka bumi ini yang dibuat Allah SWT, jauh sebelum insan diciptakan. Ia hidup di dasar laut, menjadi bahan makanan untuk makhluk hidup lainnya, laksana paus dan biota lainnya.

 

Tak melulu itu, tuturnya, alga berikut dasar kehidupan di samping air. “Coba buka Surat Al-Anbiya’ ayat 30. Itulah ayat-ayat kauniyah, jadi dasar pemikiran saya mengejar mikro alga guna dimanfaatkan untuk umat manusia. Terutama untuk warga Riau dan provinsi-provinsi lainnya yang saban tahun mesti hidup dengan asap ini,” kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Riau ini.

 

Allah, tuturnya, meluangkan semuanya, barulah manusia dibuat setelah segala sesuatunya sudah ada dan siap menunjang kehidupan manusia. Alga, ujarnya, hidup di air, ketika ia mengerjakan fotosintesa menghasilkan oksigen kemudian bosan menguap ke udara melapisi ozon menjadi filter ultra violet dan menciptakan bumi lebih dingin. Itulah peranan Alga dalam rantai kehidupan.

 

Alasan lainnya, kata Dahril, ia terinsipirasi ketika menghadiri pertemuan ilmuwan yang diadakan oleh badan PBB, Unesco, di Paris, Prancis, tiga tahun lalu. Ketika itu, Direktur Unesco mengatakan, dunia krisis oksigen, Karbondioksida (CO2), telah terlalu tidak sedikit di permukaan bumi.

 

“O2 kritis ketika ini di dunia. Termasuk ketika asap seperti kini ini. Baik di Riau, Jambi, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia, terlalu tidak sedikit CO2, Oksigen tidak banyak sekali. Solusinya, Mikro alga ini dapat kita letakkan di setiap rumah,” tuturnya.

 

Usai menyulap garasi mobilnya menjadi laboratorium, masing-masing malam Dahril mengerjakan perenungan dan menyepi di kamar tersebut. Di laboratorium kecil itu, terdapat suatu dipan dan kasur di atasnya. Di samping itu, pun ada satu meja.

 

Di depan dipan tersebut, ketika Dahril duduk, ia menatap dan melihat-lihat lurus tajam ke arah depan. Di depannya, rak kaca diterangi sinar lampu neon, ada enam botol ukuran sedang setinggi selama 30 sentimeter diberi selang-selang air asi, laksana di akuarium.

 

Tak melulu itu, sekian banyak jeriken-jeriken berisikan cairan pun tersusun apik di dinding lab mini Dahril. “Di sinilah buatan bibit-bibit alga saya pakai untuk memenuhi Dahril Bottle. Botol-botol plasik putih tutup merah itulah bibit-bibitnya yang telah dikemas siap dimanfaatkan,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau tersebut. (Bersambung)

 

 

Tinggalkan Balasan