Model Dapur Di Belakang Rumah Fungsional

Diposting pada 497 views

SEMARANG, Media – Taslimah dan Kaswi, pasangan suami istri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terlihat semringah, Rabu (18/10/2017) pagi. Dapur rumahnya terus “ngebul” tanpa fobia gasnya bakal habis. Tak terdapat yang menyangka, pasokan gas di dapur rumahnya berasal dari kotoran sapi.

Foto Desain Dapur Semi Outdoor Di Belakang Rumah  Rumah, Dekorasi
Foto Desain Dapur Semi Outdoor Di Belakang Rumah Rumah, Dekorasi | Dapur Di Belakang Rumah
Contoh gambar desain dapur terbuka di belakang rumah  Rumah
Contoh gambar desain dapur terbuka di belakang rumah Rumah | Dapur Di Belakang Rumah
Dapur terbuka belakang rumah 🏠 Sumber : - Makan Sedap Johor
Dapur terbuka belakang rumah 🏠 Sumber : – Makan Sedap Johor | Dapur Di Belakang Rumah

Sebanyak 13 ekor sapi yang digemukkan di belakang rumahnya terus memasok kotoran masing-masing hari. Kotoran ini lalu diubah hingga menerbitkan gas yang disambungkan melewati pipa ke dalam kompor.

“Sudah 1 tahun gunakan teknik ini. Alhamdulillah telah tidak perlu gas lagi,” kata Taslimah sembari mengindikasikan api biru dari kompor yang dinyalakannya.

3 Desain Dapur Terbuka Di Halaman Belakang - Renovasi-Rumah.net
3 Desain Dapur Terbuka Di Halaman Belakang – Renovasi-Rumah.net | Dapur Di Belakang Rumah

Tak sulit mengawali perubahan itu. Taslimah bercerita, semula dia dan suaminya mulai melakukan teknik itu dengan belajar di lokasi lain. Setelah menguasai, Taslimah dan suaminya lantas berniat membina instalasi memanfaatkan gas dari kotoran sapi.

Namun belum sempat membangun, keluarga tersebut justru mendapat tawaran dari pemerintah setempat untuk dibangkitkan instalasi biogas. Dinas Lingkungan Hidup membantunya memasang instalasi di dapur rumahnya.

“Jadi nyaris setiap hari ini dikeruk, dijadikan biogas. Saluran ini disambungkan ke kompor,” kata penduduk Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, ini.

Kotoran sapi yang dipungut dari kandang dikoleksi jadi satu, lantas dimasukkan di dalam satu tempat. Tempat tersebut berbentuk lingkaran, di unsur ujung diberi drainase pembuangan, untuk menyalurkan kotoran sapi yang telah diolah.

Kotoran sapi lantas masuk di dalam lokasi penyimpanan di bawah tanah. Tempat penyimpanan ini memiliki kandungan gas dan dialirkan ke dalam pipa, kemudian masuk di dalam kompor

Lalu kotoran sapi yang telah tidak terpakai dikeluarkan sampai menjadi limbah cair. Kotoran tersebut kemudian bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.

Tinggalkan Balasan