Gaya Ruang Tamu Jawa Kuno Sederhana

Diposting pada 815 views

Pada masa kejayaannya, dahulu bangunan putih besar ini ditempati oleh pemerintahan Hindia-Belanda. Sampai pada zaman canggih ini, di gedung itu masih menyisakan cerita-cerita mengherankan yang erat hubungannya dengan mistis.

Ruang Tamu Etnik Jawa Tradisional yang Eksotis dan Menawan
Ruang Tamu Etnik Jawa Tradisional yang Eksotis dan Menawan | Ruang Tamu Jawa Kuno
3 Interior Rumah Klasik Jawa Paling Menawan - RumahLia.com
3 Interior Rumah Klasik Jawa Paling Menawan – RumahLia.com | Ruang Tamu Jawa Kuno
3 Gaya Interior Ruang Tamu Terfavorit Keluarga
3 Gaya Interior Ruang Tamu Terfavorit Keluarga | Ruang Tamu Jawa Kuno

Cerita yang sering beredar ialah sering kali timbulnya sosok perempuan dengan balutan busana Jawa yang konon katanya mempunyai nama Nyai Dasima. Berdasarkan keterangan dari para staf karyawan dan sejumlah penjaga gedung, sosok perempuan tersebut paling terkenal di lingkungan Gedung Pancasila.

“Ya beberapa ada yang pernah dilihatin, penampakan Nyai Dasima,” kata penjaga ketenteraman Gedung Pancasila, Ramli, saat didatangi Media Sabtu (1/6).

Ramli menyatakan tidak pernah tahu sosok Nyai Dasima tersebut seperti apa dulunya. Ia pun tak memahami siapa sebetulnya Nyai Dasima tersebut.

Satu Set Kursi Meja Tamu Jawa Kuno Antik Kayu Jati Rotan Munthon 3
Satu Set Kursi Meja Tamu Jawa Kuno Antik Kayu Jati Rotan Munthon 3 | Ruang Tamu Jawa Kuno

“Nggak tahu mas tersebut siapa, yang jelas tersebut pas dulu zaman Belanda kali ya,” ujar Ramli.

Berdasarkan keterangan dari sumber dan literatur yang beredar, Nyai Dasima dulunya ialah gadis cantik yang menjadi istri tabungan Tuan Edward William, di antara orang keyakinan Letnan Gubernur Sir Thomas Rafles pada ketika zaman pemerintahan Hindia-Belanda.

Namun di akhir hayatnya, gadis cantik ini dibunuh di wilayah Kwitang, yang ketika ini kira-kira berada di dekat Markas Marinir, sebelah Toko Gunung Agung, Jakarta Pusat. Hingga ketika ini masih diandalkan sosoknya bergentayangan hingga ke Gedung Pancasila.

“Karyawan yang dulu jaga malam di sini tidak jarang lihat penampakan cewek gunakan kebaya jawa-jawa kuno gitu. Kelihatan lagi di depan kaca sana tersebut persis di depan lukisan Pak Soekarno. Orang-orang di sini pada percaya tersebut penampakan Nyai Dasima,” jelasnya.

Lain halnya dengan Daryono, seorang penjaga ketenteraman Gedung Pancasila ini pun pernah tak sengaja mengabadikan sosok tuyul di kamera ponsel miliknya. Dia menyatakan saat tersebut ketakutan, namun sampai kini cetak potret nya masih dia simpan apik di rumahnya.

“Fotonya masih ada. Saya lagi nyoba dari lorong inginkan motret ke arah emblem garuda besar tersebut pakai ponsel, aula besar yang terdapat di sana. Setelah saya potret ternyata gelap terus saya lihat lagi fotonya terdapat penampakan anak kecil gundul nggak pake baju duduk di bawah situ. Agak samar namun jelas banget bentuknya,” papar Daryono.

Berdasarkan keterangan dari Ramli dan Daryono, keadaan di dalam Gedung Pancasila tersebut telah terasa mengherankan sejak dahulu mereka bekerja di sana. Terlebih di ruang kerja dan ruang tamu yang tidak jarang disinggahi Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa. Suasananya mengerikan dan aneh.

“Paling serem ya ruangannya bapak (Marty Natalegawa). Tiap masuk ke sana rasanya aneh, kayak nggak sendiri, kayak terdapat yang ngawasin. Biasanya saya hanya bersih-bersih sama periksa pintu jendela udah terkunci apa belum, bila udah ya saya tentu cepet-cepet keluar,” imbuh Ramli.

Namun demikian, menurut keterangan dari Daryono semua tamu yang datang ke Gedung Pancasila tidak bakal diganggu andai sudah menyampaikan salam permisi. Selama ini menurutnya yang tidak jarang kali ‘diganggu’ ialah orang-orang yang barangkali tidak memberi salam permisi ketika masuk.

Tinggalkan Balasan