Gaya Kamar Anak Hello Kitty Unik

Diposting pada 785 views

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Media BANTUL – Difersi (mediasi di tingkat hakim) yang dilaksanakan antara pihak family korban dan pelaku dalam permasalahan Hello Kitty berlangsung buntu. Keluarga tidak mau mengampuni pelaku sampai-sampai sidang dilanjutkan.

hello kitty bedroom for girls  3 Adorable Hello Kitty Bedroom
hello kitty bedroom for girls 3 Adorable Hello Kitty Bedroom | Kamar Anak Hello Kitty
Dekorasi Kamar Tidur Hello Kitty di 3  Kamar tidur anak
Dekorasi Kamar Tidur Hello Kitty di 3 Kamar tidur anak | Kamar Anak Hello Kitty

Pendamping korban dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak “Arum Dalu” Bantul, Andri Irawan mengungkapkan, cocok UU nomor 11 tahun 2012, proses peradilan yang melibatkan terduga di bawah usia dapat dilaksanakan difersi terlebih dahulu.

Bila korban memaafkan, maka proses hukum tidak bakal berlanjut. Namun sebab keluarga LA tidak mau mengampuni pelaku penyiksaan yang berinisial NK (16), maka sidang dengan agenda tuduhan tetap dilangsungkan. “Ini permasalahan tetap lanjut,” papar Indra, Selasa (10/3/2015).

desain tempat tidur hello kitty, bentuk set kamar tidur hello
desain tempat tidur hello kitty, bentuk set kamar tidur hello | Kamar Anak Hello Kitty

Saat berita ini ditulis pukul 13.00, sidang yang membacakan tuduhan sebanyak 11 eksemplar masih berlangsung. Sedangkan LA ketika ditanya wartawan menyatakan tidak mau mengampuni pelaku.”Tidak memaafkan,” ujarnya tidak banyak sesenggukan. 

Kasus itu berawal dari Tato Hello Kitty yang jadi biang keladi permasalahan penganiayaan LA oleh teman-temannya memakai botol bir (tolbir) yang dimasukkan ke organ vital, di kamar kos Dusun Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Dari penjelasan saksi dan kepolisian, permasalahan tolbir itu berawal dari tato di pergelangan tangan korban yang sama dengan tato salah seorang dari terduga penyiksaan.
Korban dan terduga pun saling klaim soal tato Hello Kitty. Intinya, terduga tak terima dinamakan sebagai plagiat tato hello kitty oleh korban.

Adu pendapat juga terjadi melewati pesan BlackBerry Messenger dan selesai dengan hubungan yang ‘meruncing’ antarteman satu sekolah itu, sampai akhirnya terjadi penyekapan dan penganiayaan di kamar kos.

Pelaku gerombolan penganiaya sudah diselamatkan polisi, Ada sejumlah pelaku beda masih dalam penelusuran meski setiap sudah diketahui identitasnya. Dua pelaku penyiksaan terhadap LA terdapat yang memberikan diri ke Polres Bantul, Senin malam (17/2/2015) selama pukul 22.00.

Tinggalkan Balasan