Model Peralatan Dapur Hello Kitty Sederhana

Diposting pada 540 views

desain kitchen set hello kitty, bentuk kitchen set hello kitty
desain kitchen set hello kitty, bentuk kitchen set hello kitty | Peralatan Dapur Hello Kitty
Peralatan Masak Set Hello Kitty
Peralatan Masak Set Hello Kitty | Peralatan Dapur Hello Kitty
Villa Hello Kitty Ini Bisa Kamu Jumpai di Batu, Nggak Pakai Mahal!
Villa Hello Kitty Ini Bisa Kamu Jumpai di Batu, Nggak Pakai Mahal! | Peralatan Dapur Hello Kitty

“Berita besar!” pikir kami. Kami yang sedang bertugas meliput di semua penjuru Jakarta juga segera mengontak kantor guna berkoordinasi. Tak perlu menantikan lama, kami bertiga-lah yang segera ‘berlari’ mengarah ke Bandung untuk mengadukan update terkini.

Yap, berikut kami bertiga: Ade (videografer kece yang tidak jarang salah dikira artis), Mathias (reporter hitam manis yang sayangnya lagi jomblo) dan Busan (fotografer gondrong berkulit gelap dengan hati se-pink Hello Kitty). Salam kenal! 🙂

Kembali ke jalanan dari ibukota mengarah ke Bandung. Bekerja di media online yang tidak jarang berkejar-kejaran dengan berita dalam hitungan menit menciptakan kami merasa gemas sepanjang perjalanan. Dua separuh jam nasib kami sedang di tangan Ade, yang hari tersebut merangkap sebagai supir dadakan, juga terasa lama.

Akhirnya, selama pukul 20.00, mobil yang kami tumpangi juga tiba di lokasi tinggal orang tua Ariel di area Antapati, Bandung. Berbekal pakaian yang kami kenakan semenjak pagi, perlengkapan harian yang setia mendampingi kami bekerja masing-masing hari, dan restu istri yang dadakan diperoleh sore tadi, kami juga segera bergerilya mengadukan situasi terkini.

MAINAN HELLO KITTY PERLENGKAPAN MASAK DAN RICE COOKER / SIMULASI MASAK  PERLENGKAPAN DAPUR
MAINAN HELLO KITTY PERLENGKAPAN MASAK DAN RICE COOKER / SIMULASI MASAK PERLENGKAPAN DAPUR | Peralatan Dapur Hello Kitty

Suasana di dekat kediaman almarhum terlihat penuh. Awak media berebut dapat mengabadikan momen lebih dekat dengan kerabat yang tengah bersedih di dalam rumah. Thanks to teman-teman dari Musica Studios, kesebelasan Media color=’red’> guna masuk ke lokasi tinggal duka guna berbelasungkawa. Sembari berburu narasumber, mengamati situasi yang menarik, jepret sana-sini, usailah tugas kami di hari ini.

Tapi tugas belum berakhir, Jendral! Walau di pagi-pagi sekali kami baru dapat menyandarkan punggung yang kaku diterpa perjalanan Jakarta – Bandung, saldo laporan dan potret tak dapat menunggu hingga esok. Kami sadar, esok hari tantangannya akan lebih banyak dengan seluruh detail pemakaman dan tamu-tamu layatan yang datang.

Keesokan harinya (30/3), motivasi kami dipompa dengan insiden kecil namun lumayan mengkhawatirkan di pagi hari. Alas kaki favorit Busan yang menemaninya bertempur dengan kamera tumpuan sejak kemarin seketika rusak dan dijamin tak akan dapat menemaninya berburu angle terbaik hari ini. Tak inginkan ambil resiko, Busan juga meminta tolong teman awak media lain guna membelikannya sandal jepit sebagai pengganti sementara.

Alamak! Sandal jepit hasil melakukan pembelian barang rekan kami tersebut ternyata berwarna pink dengan bunga-bunga putih menyeluruh dengan logo minimarket kesayangan! Dengan sandal jepit unyu yang terlihat masih paling baru dan ‘cling’ di kaki, lelaki yang tidak jarang disangka garang bak preman inipun mantap melangkah ke tempat pemakaman. “Sandal gue udah inginkan copot. Gue nitip sandal sama anak Storibriti beli sandal bikin gue. Eh dibeliinnya justeru warna pink. Yaudah lah gak apa-apa,” ucapnya pasrah.

Ketika jenazah ayahanda Ariel NOAH terbit dari lokasi tinggal duka, semua awak media, kerabat dan penduduk sekitar juga segera berebut demi mendapatkan lokasi terbaik menonton Ariel mengirimkan sang ayah tersayang untuk terakhir kalinya. “Aduh,” refleks Mathias mengelak dari senggolan orang-orang di sekitarnya. Kami pun terkenang dengan tato yang baru saja ditaruh di lengan atas reporter tumpuan kami ini. Membayangkan bekas luka sebesar lengan bergesekan dengan tangan yang menggapai, kamera yang seketika mencuat memungut gambar, pasti ngilu! “Jujur aja, ini liputan sangat gue hindarin. Soalnya gue baru nambah tato bila harus desak-desakan teus kena tato baru ini rasanya masih paling sakit. Malah, tato dapat rusak,” curhatnya.

Bersama jenazah, Ariel dan kerabat, kami juga bergerak ke TPU Nagrog, Ujung Berung. Rasanya kendala kami masih belum selesai sampai di sini. Lokasi TPU yang dulunya ialah kolam menciptakan kontur tanah menjadi basah. Belum lagi hujan semalam yang menciptakan medan kian becek. Untunglah kami mendapatkan lokasi terbaik guna mengabadikan momen. Cukup dekat dengan prosesi, kami dapat menunaikan tugas sekaligus menikmati duka yang mendalam dari semua kerabat Ariel.

Saat susunan acara nyaris usai, barulah kami sadar bahwa kelihatannya bukan Indonesia bila tidak terdapat yang ‘memanfaatkan momen’. Layaknya saudagar sate di tengah bom Sarinah, penjual kacang di barisan tank yang sedang parkir, seorang saudagar anak ayam warna-warni juga tampak melangsungkan dagangannya di sekitar lokasi pemakaman. “Hasilnya cukup mas. Ini udah laku banyak. Ayam yang warna-warna saya jual Rp 3000 rupiah. Sekalian lihat Ariel mas, seringkali lihat di televisi,” ungkap sang bapak santai.

Tantangan berakhir? Tentu tidak! Agenda di Jakarta tak dapat menunggu kami berlama-lama di Bandung. Sekali lagi Ade menjadi sopir tumpuan yang akan membawa kami membelah jalanan Bandung – Jakarta. Mengepak perlengkapan videonya, Ade juga tak sungkan melepas atasan demi meminimalisir lengketnya keringat di badan. “Gue powerful tenang aja. Pokoknya anda selamat hingga kantor,” ujarnya sarat semangat — tak peduli dengan bau asam yang barangkali tercium. 🙂

Puas dengan apa yang kami dapat, meski lelah, ngilu dan tidak banyak terhibur dengan insiden sandal jepit pink, kami segera meluncur ke Jakarta. Membawa oleh-oleh anak ayam berwarna pink (biar matching dengan sandal jepit Busan), kami yakin pembaca Media penikmat setia tayangan video Media ‘kami bawa hadir’ mendampingi sang idola di masa duka dengan laporan-laporan yang kami sajikan.

Sampai jumpa lagi di liputan selanjutnya!

(kpl/mae)

Tinggalkan Balasan