Denah Kamar 3X2 Unik

Diposting pada 228 views

TEMPO.CO, Surabaya-Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kembali mengejar puluhan burung kakaktua di Kapal Motor Gunung Dempo. Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu, 26 Februari 2015, polisi menyita ratusan satwa dibentengi dari kapal yang sama.

Trik Menata Kamar Tidur Sempit Ukuran 4x4 M  Rumah dan Gaya Hidup
Trik Menata Kamar Tidur Sempit Ukuran 4×4 M Rumah dan Gaya Hidup | Kamar 3X2
4 Inspirasi Dekorasi Kamar Ukuran 4.4 x 4 Meter, Nyaman Meski
4 Inspirasi Dekorasi Kamar Ukuran 4.4 x 4 Meter, Nyaman Meski | Kamar 3X2
4 Desain Interior Kamar Tidur Ukuran 4×4 Meter Minimalis
4 Desain Interior Kamar Tidur Ukuran 4×4 Meter Minimalis | Kamar 3X2

Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Arnapi menuliskan pada Ahad, 1 Maret 2015, polisi mendapati 42 ekor burung sedang di dalam kamar isolasi. “Ini masih berhubungan sama penyitaan sebelumnya, di kapal yang sama ,” kata Arnapi, Senin, 2 Maret 2015.

Setelah penggerebekan 26 Februari dan mengecek sejumlah saksi, polisi lantas melepas Gunung Dempo sebab harus berangkat mengantar ratusan penumpang ke Jakarta. Sekembalinya dari Jakarta, kapal itu dicek lagi ketika bersandar di Pelabuhan Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya, Ahad kemarin selama pukul 12.00.

Desain Interior Kamar Tidur Minimalis Ukuran 4x4
Desain Interior Kamar Tidur Minimalis Ukuran 4×4 | Kamar 3X2

Polisi curiga saat salah seorang penumpang mencium wewangian busuk dan mendengar suara burung dari dalam loker bawah lokasi tidur penumpang. Setelah diperiksa, petugas kapal  mengejar sejumlah burung di dalam loker. Burung-burung tersebut kemudian dialihkan ke ruang isolasi  berukuran 3×2 meter. Selanjutnya kapten kapal mengadukan kejadian tersebut kepada Polres Pelabuhan tanung Perak.

Ruangan isolasi tersebut biasa digunakan untuk mengurung seseorang yang diperkirakan sebagai pencuri atau pelaku tindak pidana di dalam kapal. “Ternyata di dalamnya ditemukan tidak sedikit burung yang semuanya dilepas,” kata Arnapi.

Sebanyak 42 burung tersebut terdiri dari 36 ekor kakaktua jambul kuning, lima ekor kakaktua raja hitam, dua diantaranya mati, serta satu ekor nuri yang pun dalam situasi mati.  Arnapi mengasumsikan burung-burung tersebut tergolong bagian dari satwa yang disita polisi sebelumnya. Namun polisi belum dapat meyakinkan sebab kapal masih mesti bergerak mengarah ke Makassar. “Kami nggak mungkin mengecek dan menyangga ratusan penumpang kapal,” kata dia.

Karena tersebut polisi menjadwalkan pengecekan mualim dan kepala kamar mesin Gunung Dempo pada Kamis 5 Maret mendatang. “Yang urgen nama dan alamatnya telah kami kantongi,” ujarnya.

Meski jumlah satwa yang ditemukan lumayan banyak, namun polisi belum mengejar indikasi bahwa satwa-satwa itu akan diselundupkan di Surabaya. Berdasarkan keterangan dari Arnapi, Surabaya melulu menjadi lokasi transit sebelum satwa-satwa tersebut dikirim dari Papua ke Jakarta.

Pada Kamis pekan kemudian polisi menyita sejumlah satwa dibentengi di dalam pipa paralon dan disembunyikan di kamar mesin. Rincian satwa itu ialah 11 ekor burung cenderawasih, empat ekor burung kakaktua raja atau kakatua hitam, 100 ekor tupai terbang, empat ekor bayan hitam, tiga ekor bayan hijau, lima ekor nuri kepala hitam, 30 ekor ular dan 25 ekor kadal atau biawak. Harga satwa-satwa ini berkisar puluhan sampai ratusan juta rupiah per ekor.

Tinggalkan Balasan