Denah Contoh Penyekat Ruangan Dari Kayu Sederhana

Diposting pada 617 views

Media — Islamisasi masyarakat Kudus diwarnai dengan pencampuran warisan kebiasaan Hindu-Buddha dengan nilai-nilai Islam. Di samping melestarikan tradisi-tradisi, Sunan Kudus pun memelihara simbol-simbol kebiasaan lama. Tujuannya supaya nilai-nilai Islam bisa diterima masyarakat tanpa memunculkan gejolak sosial.

4 Desain Sekat Ruangan Kreatif yang Nggak Menguras Kantong
4 Desain Sekat Ruangan Kreatif yang Nggak Menguras Kantong | Contoh Penyekat Ruangan Dari Kayu

Warisan kebiasaan benda yang sangat penting dalam tradisi Hindu-Buddha ialah candi. Contoh terbaik percampuran kebiasaan lokal dengan nilai-nilai Islam dapat disaksikan dari menara masjid.

Di balik bangunan berbentuk candi itu, terpendam sebuah cerita pendirian masjid yang sampai saat ini diandalkan kebenarannya oleh masyarakat luas. Masjid dan namanya, Masjid Al-Aqsa, sehubungan erat dengan kota semua nabi di Timur Tengah, yakni Bait Al-Maqdis, atau Al-Quds di Yerusalem.

Suatu saat Syekh Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) sedang di Makkah untuk membayar ibadah haji. Wabah penyakit kudis tiba-tiba merajalela di tanah suci itu. Segala upaya pencegahan sudah dilakukan, tetapi tidak terdapat hasilnya. Akhirnya, Amir (penguasa) Makkah meminta Syekh Ja’far Shadiq turun tangan menangkal wabah penyakit yang makin hari makin mengganas.

set partisi minimalis kayu jati perhutani / penyekat ruangan minimalis  modern
set partisi minimalis kayu jati perhutani / penyekat ruangan minimalis modern | Contoh Penyekat Ruangan Dari Kayu

Singkat cerita, Syekh Ja’far Shadiq sukses menghentikan merebaknya penyakit kudis itu. Amir Makkah lantas bermaksud memberinya hadiah, tetapi beliau menolak. Beliau melulu meminta andai berada di Palestina supaya diizinkan memungut sebuah batu dari Bait Al-Maqdis. Amir Makkah juga mengizinkan. Ketika kembali ke Jawa, Syekh Ja’far Shadiq membawa batu tersebut dan dijadikan batu kesatu dalam pembangunan masjid yang diberi nama Masjid Al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus didirikan pada 956 H atau 1549 M. Hal tersebut dapat diketahui dari inskripsi di atas mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab. Sayangnya, artikel pada inskripsi tersebut sudah susah dibaca karena tidak sedikit huruf yang rusak. Konon, batu inskripsi itulah yang diangkut oleh Sunan Kudus dari Yerusalem. Lebarnya 30 sentimeter dan panjangnya 46 sentimeter.

Pada mula pembangunannya, tinggi Masjid Menara Kudus melulu 13,25 meter. Setelah direnovasi, tingginya menjadi 17,45 meter. Kemudian pada 1925 M, di unsur depan diperbanyak bangunan baru berupa serambi. Penambahan ruang masjid terus dilaksanakan seiring dengan meningkat banyaknya jumlah jamaah.

4+ Model Penyekat Ruangan Bukan Dengan Tembok
4+ Model Penyekat Ruangan Bukan Dengan Tembok | Contoh Penyekat Ruangan Dari Kayu

Pada 5 November 1933 M, suatu serambi di bina kembali di depan serambi sebelumnya. Dengan demikian, Kori Agung atau Lawang Kembar (pembatas ruang yang tercipta dari kayu ukir) yang dahulu sedang di serambi sekarang di dalamnya. Di atas serambi yang baru tersebut ada kubah besar bergaya arsitektur India.

Di sekelilingnya dihiasi artikel kaligrafi Arab yang memuat nama-nama kawan Nabi SAW, seperti semua Khulafaurrasyidin, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, dan Abdurrahman bin ‘Auf. Termaktub pun nama-nama empat ulama mazhab ternama, yakni Imam Hanafi, Hambali, Syafi’i, dan Malik.

Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus ini terletak di Desa Kauman, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Letak Masjid Menara Kudus ini lumayan dekat dengan pusat Kota Kudus (alun-alun kota), yakni berjarak selama 1,5 kilometer ke arah barat.

√ 4 Model Partisi Ruangan Murah & Viewable Banget Di 4
√ 4 Model Partisi Ruangan Murah & Viewable Banget Di 4 | Contoh Penyekat Ruangan Dari Kayu

Tinggalkan Balasan