1. Pilih Bibit yang Pas
Pembibitan adalah yang paling penting dalam memulai usaha. Syarat bibit untuk memulai usaha budidaya anggrek adalah yang berbatang kuat, daunnya subur, bunganya lebat dan tidak terkena hama pastinya. Sebab, bibit yang terserang hama berpotensi carier.
Ingat, jangan sampai kelebihan air karena akarnya bisa busuk. Siram anggrek jika hari cerah dan di pagi hari. Cara menyiramnya pun harus dari atas dan lakukan dengan cara pelan-pelan. Selain itu, kalau kondisi sudah sering hujan, jangan lakukan penyiraman terlalu sering.
Siram bunga Anggrek saat suhu sedang panas. Untuk penataan cahaya, lihat apakah ada kuncup bunga. Saat kuncup mulai terbentuk, jangan merubah arah pot karena biasanya anggrek sudah mendapatkan posisi pencahayaan yang pas.
3. Penggantian Pot
Para pengusaha budidaya anggrek pemula kerap kebingungan bagaimana memindahkan anggrek yang sudah besar ke pot yang baru. Memang menakutkan karena kalau salah sedikit saja, anggrek malah mati. Padahal sudah susah payah rawat sampai besar.
Dalam pelepasan akar anggrek dari media lama, rendam semua akar dari pot sampai akarnya tercerabut lalu potong akar yang sudah busuk. Setelah itu, rendam tanaman anggrek Anda dengan vitamin B1 selama beberapa menit lalu letakkan di media yang baru.
Ingat! Jangan disiram terlalu banyak dan tambahkan vitamin B1 lagi sampai nanti muncul serabut akar yang baru.
Apakah ini dari bakteri, algae, Netmatoda, virus atau kekurangan zat hara. Beberapa jenis penyakit yang muncul bisa seperti ini:
Black Rot
Gejala Black Rot yaitu daun berwana coklat dan pinggirannya kuning. Kemudian, di pangkal daun berwarna hitam dan mengeluarkan cairan saat ditekan yang kemudian busuk dan putus.
Nah, kalau Anda menemui penyakit ini, putus area yang terinfeksi dengan alat pemotong steril dan celupkan tanaman dengan fungisida kemudian keringkan. Jaga juga agar sekeliling tanaman tidak terlalu basah.
Crown Rot
Crown Rot menyebabkan hampir semua bagian anggrek;batang, kar, daun mengalami pembusukan. Parahnya lagi infeksi Crown Rot berlangsung 1-2 hari. Kalau Anda menemukan ini, pisahkan anggrek yang sakit dan potong bagian yangterinfeksi. Setelah itu rendam dengan fungisida. Pastikan juga mensterilkan kebun agar penyakit tidak menular.
Selain melakukan hal-hal di atas, ada baiknya Anda juga mengenali berbagai macam jenis pestisida untuk menyembuhkan dan merawat gejala penyebaran penyakit. Pestisida yang digunakan pada umumnya bakterisida, insektisida, fungisida dan herbisida. Tentunya semua memiliki fungsi yang berbeda. itulah artikel kami mengenai peluang usaha budidaya anggrek. semoga bisa menjadi inspirasi untuk anda. Terimakasih sudah berkunjung ke situs adsense-eca.info
